Dieng – Yogyakarta
D.1 Candi Dieng
Dataran tinggi Dieng dianggap
merupakan suatu tempat yang memiliki kekuatan misterius sebagai tempat
bersemayamnya arwah para leluhur, sehingga tempat ini dianggap suci. Dieng
berasal dari kata Dihyang yang artinya tempat arwah para leluhur. Terdapat
beberapa komplek candi di daerah ini, komplek Candi Dieng dibangun pada masa
agama Hindu, dengan peninggalan Arca Dewa Siwa,Wisnu, Agastya, Ganesha dan
lain-lainya bercirikan Agama Hindu. Candi-candi yang berada di dataran tinggi
Dieng diberi nama yang berkaitan dengan cerita atau tokoh-tokoh wayang Purwa
dalam lokan Mahabarata, misalnya candi
Arjuna, candi Gatotkaca, candi Dwarawati, candi Bima, candi Semar, candi
Sembadra, candi Srikandi dan candi Puntadewa. Nama candi tersebut tidak ada
kaitannya dengan fungsi bangunan dan diperkirakan nama candi tersebut diberikan
setelah bangunan candi tersebut ditinggalkan atau tidak digunakan lagi. Tokoh
siapa yang membangun candi tersebut belum bisa dipastikan, dikarenakan
informasi yang terdapat di 12 prasasti batu tidak ada satupun yang menyebutkan
siapa tokoh yang membangun.
D.2 Kawah Sikidang
Sikidang adalah kawah di DTD yang paling populer dikunjungi
wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang
keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Dari
karakter inilah namanya berasal karena penduduk setempat melihatnya
berpindah-pindah seperti kijang (kidang dalam bahasa Jawa).
D.3 Danau Talaga Warna
Telaga Warna,
sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih,
dan lembayung, Telaga
Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis
dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak
tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan
Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga
Merdada, adalah merupakan yang terbesar di
antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut
dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga
digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang
sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
D.4 Dieng Plateau Theatre
Gedung Megah diatas gunung itu diberi nama Dieng Plateau Theater
yang di remiskan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal
6 Maret 2006. Dalam sana kami melihat sebuah film singkat, didalam film itu
diceritakan bagaimana indahnya Dataran Tinggi Dieng dengan pesona-pesona
alamnya yang eksotis. Terdapat banyak sekali tempat wisata yang indah, misalnya
kawah-kawah, danau-danau, tempat-tempat sejarah seperti Candi Dieng dan lain
sebagainya.
D.5 Keraton Ngayogyakarta
Kraton
Yogyakarta dibangun pada tahun 1756 atau tahun Jawa 1682. Siapakah gerangan
arsitek dari ketaron tersebut ? Beliau ialah Sri Sultan Hamengku Buwono I
sendiri. Waktu masih muda beliau bergelar Pangeran Mangkubumi Sukowati. Luas
keraton Yogyakarta ini adalah 14.000 m2. Di dalamnya terdapat
bangunan-bangunan, halaman-halaman dan lapangan-lapangan.
Dan
sesungguhnya kraton Yogyakarta ini penuh dengan arti-arti. Arsitektur
bangunan-bangunannya, letak bangsal-bangsalnya, ukiran-ukirannya, hiasannya,
sampai pada warna gedung-gedungnya pun mempunyai arti. Pohon-pohon yang di
tanam di dalamnya bukan sembarangan pohon. Semua yang ada di kraton Yogyakarta
seakan memberikan nasehat kepada kita untuk cinta dan menyerahkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berlaku sederhana dan tekun, berhati-hati dalam tingkah
laku kita sehari-hari dan lain-lain.Terdapat banyak sekali
peninggalan-penginggalan sejarah di dalam kraton Yogyakarta ini.
Lukisan-lukisan, patung-patung dan lain sebagainya masih tertata dengan rapi
dan indah.
D.6 Pantai Baron
Pantai Baron adalah
salah satu pantai yang indah di daerah jogjakarta, yang mana salah satu dari
beberapa yang sangat banyak pengunjung wisata asing. Pantai Baron adalah pantai
yang sangat cantik yang menawarkan pemandangan indah dan masakan hasil laut
yang memanjakan lidah. Pantai Baron memiliki ombak yang besar, para wisatawan
pun tidak boleh asal melewati batas pantai yang telah ditentukan petugas
penjaga pantai, dengan hal ini tentunya harus berhati-hati bagi para wisatawan
jika ingin berenang di pantai ini.
Kami
berkunjung ke pantai Baron setelah sholat Jumat dan makan siang di salah satu
restoran lokal. Saat itu pantai Baron sedang cukup ramai di kunjungi oleh para
wisatawan. Hal pertama yang kami lakukan adalah mendengarkan instruksi dari
pemandu wisata. Kami melakukan beberapa game, setelah selesai kami bebas
bermain, beberapa dari kami ada yang berfoto-foto, ada yang bermain pasir.
Keindahan pantai Baron yang saya lihat adalah ombaknya yang cukup besar.dan
keindahan lainnya adalah pantai yang dikelilingi oleh pegunungan ini sangat enak dilihat.
D.7 Potensi Ekonomi Dieng
Penduduk Dieng
yang mayoritas muslim ini hampir seluruhnya bermata pencaharaian sebagai
petani. Mereka menanam kentang, kubis dan bawang di lahan-lahan perkebunan yang
bertingkat-tingkat. Kontur daerah
dataran tinggi Dieng yang berbukit membuat penanaman kubis, kentang dan bawang
dilakukan pada tanah perkebunan yang berbatu. Sementara itu, terjalnya medan
diatasi dengan membuat petak-petak kebun dengan sistem terasering. Untuk
mengatasi longsor, para petani membatasi kebun-kebun mereka dengan batu-batu
alam yang banyak berserakan.
Dalam pemeliharaannya, kentang, kubis dan bawang tersebut hanya dengan menebarkan pupuk organik berbahan batu kotoran ayam sehingga begitu memasuki daerah perkebunan, bau kotoran ayam sangat menyengat. Kendati demikian, kentang Dieng terkenal sebagai kentang terbaik di Indonesia. Dalam sebulannya, petani-petani di Dieng mampu menghasilkan 40 ton umbi tanaman yang berumur hanya 90 hari itu.
Selain dipasarkan di pasar-pasar tradisional, kentang-kentang Dieng juga sudah melanglang buana hingga ke Singapura. Lantaran sudah terkenal, membuat tanah-tanah perkebunan di sekitar dataran tinggi Dieng harganya melambung tinggi.
Dalam pemeliharaannya, kentang, kubis dan bawang tersebut hanya dengan menebarkan pupuk organik berbahan batu kotoran ayam sehingga begitu memasuki daerah perkebunan, bau kotoran ayam sangat menyengat. Kendati demikian, kentang Dieng terkenal sebagai kentang terbaik di Indonesia. Dalam sebulannya, petani-petani di Dieng mampu menghasilkan 40 ton umbi tanaman yang berumur hanya 90 hari itu.
Selain dipasarkan di pasar-pasar tradisional, kentang-kentang Dieng juga sudah melanglang buana hingga ke Singapura. Lantaran sudah terkenal, membuat tanah-tanah perkebunan di sekitar dataran tinggi Dieng harganya melambung tinggi.
Potensi ekonomi dalam bidang
pariwisata juga dimiliki oleh dataran tinggi dieng dengan peninggalan-
peninggalan sejarahnya berupa candi, kawah, telaga. Potensi ekonomi yang lain yang dapat dikembangkan oleh
masyarakat Dieng adalah tempat penginapan bagi para wisatawan dan juga usaha
dagang dari kebutuhan pokok sampai dengan makanan maupun aksesories sebagai
oleh-oleh yang dapat dibawa pulang para wisatawan, dan juga jasa angkut yang diperlukan untuk berkeliling
mengunjungi tempat-tempat yang akan dituju.
D.8 Budaya Masyarakat Dieng
Kebudayaan yang menurut Koentjaraningrat sebagai hasil belajar ini
menuntun manusia untuk beradaptasi dan menaklukan alam. Seperti contohnya
adalah DCF atau Dieng Culture Festival ini adalah pesta
rakyat terbesar di pegunungan Dieng, yang diselenggarakan setiap tahun hanya
sekali. Contohnya menampilkan ruwatan cukur rambut gembel yang telah lama
melegenda.
Ruwatan adalah upacara
penyucian yang sudah menjadi adat di Jawa. Upacara ini dilakukan untuk membuang
sial, mala petaka dan mara bahaya yang bisamenyerang orang yang bersangkutan.
Sebagai sebuah upacara ruwatan anak gimbal diDieng ini tentunya sudah dilakukan
secara turun-temurun.